Artscience Larut Malam di ArtScience Museum, Marina Bay Sands

ARTSCIENCE LARUT MALAM

Sebulan sekali pada hari Kamis, 19.00 hingga 22.00

Sebulan sekali, Artscience Museum menjelma menjadi tujuan wisata yang ramai dan santai pada malam hari. Saksikan pertunjukan yang canggih dan lepaskan penat di akhir pekan dengan penawaran bar dan penawaran tiket spesial* untuk mengunjungi pameran.

*Syarat & Ketentuan berlaku.

  • Sebarkan Laman Ini:

2015


ArtScience Larut Malam - A Thousand Horses Running in my Head

A Thousand Horses Running in my Head

8 Oktober 2015, pukul 20.00

anGie Seah
Bersama Ian Woo & Aya Sekine

Dalam karya yang merupakan perpaduan dari ketukan piano yang tak terprediksi, dengung bas, gestur puitis, dan karya-karya suara tak menentu yang dikombinasikan dengan bunyi-bunyian sehari-hari, anGie Seah mempersembahkan curahan batin dan jiwa yang berasal dari perwujudan bahasa saraf. Terinspirasi oleh keagungan sehari-hari, anGie bersama-sama dengan Ian Woo dan Aya Sekine menginterpretasi kembali emosi dan ide yang tidak pernah bisa diungkapkan dalam kata-kata. Sensasi gerakan audio visual yang luar biasa ini akan merangsang indra Anda lewat serangkaian orkestra bunyi, aksi, dan citraan dengan bantuan para penari jalanan berusia muda dari daerah sekitar. Bersiaplah membuka hati dan pikiran dalam pertunjukan live yang tidak boleh Anda lewatkan ini.

Bekerja sama dengan Program Residensi Singapura NTU CCA.


ASL Sep_Gazelle Twin

Gazelle Twin dan Tamu Spesial

10 September 2015, pukul 20.00

Dalam ArtScience Larut Malam edisi khusus ini, FutureEverything Singapura, bagian dari Festival Teknologi, akan mempersembahkan malam pertunjukan bakat baru dari Inggris dan Singapura.–Komposer dan produser Inggris, Elizabeth Bernholz alias seniman "Pop-horor" Gazelle Twin  akan bergabung bersama para seniman underground Singapura untuk mempersembahkan malam yang penuh dengan karya-karya paling inovatif dan imajinatif.

FutureEverything Singapura merupakan kerja sama antara FutureEverything, sebuah lab inovasi pemenang penghargaan yang didirikan di Manchester dan ditujukan untuk festival budaya digital dan tahunan, bersama dengan Infocomm Development Authority (IDA) Singapura. Festival ini berada di bawah bendera program Festival Teknologi.


ArtScience Larut Malam - Ryoji Ikeda: Supercodex

Ryoji Ikeda: supercodex [penggung live]

20 Agustus 2015, pukul 20.00

TIKET TERJUAL HABIS

BERSIAPLAH TENGGELAM DALAM SENSASI MULTIINDRA YANG MENDEBARKAN.

ArtScience Museum dengan bangga menghadirkan komposer elektronik sekaligus seniman visual ternama dari Jepang, Ryoji Ikeda, yang akan tampil di museum hanya untuk satu malam.

Seniman sonik, visual, dan komposer dalam satu pribadi, Ryoji Ikeda telah mendapat pengakuan dunia internasional untuk karya seni audiovisualnya yang menakjubkan. Karya seni Ikeda berakar pada investigasi mendalam yang masih berlangsung di bidang matematika dan sains. Ia menggunakan visualisasi yang memukau dan mendalam, serta gaya musik elektronik yang khas untuk mengomunikasikan topik-topik kompleks mengenai batas terluar sains dengan cara yang sangat sederhana. 

Penampilannya dalam ArtScience Larut Malam, sebagai bagian dari Festival Sound Islands, adalah supercodex [panggung live]. Pertunjukan yang membuat data tak terlihat sekaligus tersebar di dunia kita menjadi berwujud dan terlihat.  Pertunjukan ini memamerkan bagaimana bunyi dapat diubah menjadi data dan sebaliknya.  supercodex [panggung live] mengilustrasikan beragam inspirasi dari ide superposisi kuantum, prinsip penting dalam fisika kontemporer. Ia menginvestigasi cara kita memahami sifat alam dalam skala atom melalui model matematis dan mekanik kuantum. supercodex [panggung live] bermula dari awal yang sederhana, bunyi, nada yang murni, dan dengung bas digital, yang perlahan membentuk sensasi audiovisual sensorik yang bertekstur dan imersif.

Jangan lewatkan kesempatan unik untuk menyaksikan salah satu penampilan eksperimental paling diakui di dunia, dalam acara live luar biasa yang dirancang untuk menjadi pengalaman tak terlupakan.

Konsep, komposisi: Ryoji Ikeda
Grafis komputer, pemrograman: Tomonaga Tokuyama
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: Situs web Ryoji Ikeda

Bagian dari Festival Soundislands

Tentang Ryoji Ikeda

Ryoji Ikeda, yang berasal dari Jepang dan tinggal di Perancis, memfokuskan karyanya pada karakteristik penting dari bunyi, cahaya, dan matematika. Ia telah memperoleh reputasi sebagai salah satu dari sedikit seniman internasional yang menghasilkan karya yang matang, baik dalam media visual maupun sonik. Dengan canggih, ia menata bunyi, fenomena visual, materi, fisik, dan konsep matematis menjadi pertunjukan dan instalasi live yang imersif.

Ia telah tampil dan mengadakan pameran di seluruh dunia, seperti Museum of Contemporary Art Tokyo, MoMA New York, Tate Modern di London, Ars Electronica Center Linz, Elektra Festival Montreal, Sonar Festival Barcelona, Aichi Triennale Nagoya, Palazzo Grassi Venice, Park Avenue Armory New York, Museo de Arte Bogota, Hamburger Bahnhof Berlin, Sharjah Biennale, Auckland Triennale, MONA Museum Hobart, Telefonica Foundation Madrid, dan banyak lokasi lainnya.

Baru-baru ini, ia mengadakan tur untuk pertunjukan barunya, superposition, di lokasi-lokasi ternama, seperti Centre Pompidou di Paris, Barbican Center di London, Kyoto Experiment di Jepang, Concertgebouw Brugge dan Amsterdam, Metropolitan Museum di New York, Walker Art Center di Minneapolis, dan juga Center for the Arts of Performance UCLA di Los Angeles. Instalasi cahaya dan bunyi berukuran besarnya spectra, baru-baru ini dipamerkan di Hobart, Australia, Sharjah, UAE, dan London sebagai bagian dari First World War Centenary Art Commissions.

Rekaman musik dan albumnya +/- (1996), 0°C (1998), matrix (2000), dataplex (2005), test pattern (2008), dan supercodex (2013) menjadi pelopor dalam dunia musik elektronik yang mungil dan baru, melalui teknik dan estetikanya yang tajam.

Ia adalah pemenang penghargaan Prix Ars Electronica Collide@CERN tahun 2014.  Pada tahun 2015, ia akan menampilkan pameran tunggal, di antaranya di The Vinyl Factory London, ZKM Karlsruhe, dan Kumu Museum Tallinn.

Untuk informasi selengkapnya: www.ryojiikeda.com


ArtScience Larut Malam - 2015:waktu:tempat:

2015:waktu:tempat:

menampilkan Robert Casteels, Dirk Johan Stromberg dan Andrew Thomas

9 Juli 2015, 19.30 & 21.00

Kerja sama dalam suara, instrumen elektronik, pemrosesan langsung, kaset dan video ini menampilkan dua instrumen elektronik baru - Sphere dan Strombophone - yang menyertai panorama menawan dari alam hingga kota metropolis Singapura, melintasi ruang dan waktu. 

Produksi asli ini terselenggara berkat dukungan Dewan Kesenian Nasional. 


ArtScience Larut Malam - Chicks on Speed: The Art of Work Part 2

Chicks on Speed: The Art of Work Part 2

Berkolaborasi dengan Malvina Tan, Dinu Bodiciu, Lennat Mak, dan Zul Mahmod

4 Juni 2015, 20.30

Pertunjukan seni, musik, dan media baru kolektif yang mendunia, Chicks on Speed, akan tampil di ArtScience Larut Malam dengan perpaduan spesial mereka akan ironi dengan ketukan elektronis. Memadukan video, koreografi, dan fashion, mereka akan memberikan pertunjukan secara live, dengan latar panggung dari film pendek mereka yang surealis dan puitis. Bersiaplah untuk malam yang akan memukau mata dan menggelegar. 

Bekerja sama dengan Program Residensi Singapura NTU CCA.


ArtScience Larut Malam - PV868

PV868

7 Mei 2015, 20.00 dan 21.00

Bebaskan pikiran Anda melalui PV868, pertunjukan audiovisual eksperimental karya NUS/Seniman Tetap ArtScience Museum, TeZ. Rasakan sensasi efek pola visual bergerak yang menghipnotis, timbul dari interaksi antara gelombang otak dan stimulasi bunyi serta suara, dengan efek yang berbeda-beda bagi setiap orang. 


ArtScience Larut Malam - Metamorphosis

Metamorphosis

9 April 2015, 19.45 and 21.00

Nikmati pertunjukan yang menghibur mata dan telinga Anda dengan karya video yang luar biasa dari seniman Panagiotis Tomaras dan disempurnakan dengan tata suara dari DJ Tom Shellsuit. Menampilkan permainan visual dan suara, gerak lambat, imaji transformatif yang digantikan dengan gerakan geometris yang cepat, menghasilkan permainan warna yang terinspirasi oleh film flicker dari awal tahun 60-an.


ArtScience Larut Malam - The Orchestra of Futurist Noise Intoners

The Orchestra of Futurist Noise Intoners

dipimpin oleh Luciano Chessa, Performa commission

12 Februari 2015, 19.30 dan 20.45

Terinspirasi dari penghasil suara mekanis milik Leonardo da Vinci, pelukis dan komposer Futuris, Luigi Russolo (1885–1947), mengembangkan orkestra yang terdiri dari instrumen-instrumen tuas tangan yang dinamakannya Intonarumori. Synthesizer mekanis pertama yang dibuat oleh Russolo menghasilkan suara desing dan dengung, dentang, gesekan, sirene dan petikan senar mekanis. Bekerja sama dengan Italian Cultural Institute and Performa, ArtScience Museum mempersembahkan dua pertunjukan penuh dari The Orchestra of Futurist Noise Intoners, sebuah ansambel yang dibentuk pada tahun 2009 oleh komposer dan konduktor Italia, Luciano Chessa, yang menyajikan replika dari orkestra milik Russolo, Intonarumori. Setiap pertunjukan akan disertai dengan bincang singkat dengan Chessa.


Hypermnesia

menampilkan Composit karya Shunsuke Francois Nanjo (Jepang/Perancis), Kensuke Christophe Nanjo (Jepang/Perancis), dan Nicolas Charbonnier (Perancis) yang berkolaborasi dengan Eisa Jocson (Filipina)

29 Januari 2015

Instalasi Hypermnesia adalah hasil karya kerja sama dua seniman dan seorang insiyur mekanik. Penonton diminta/diundang untuk berinteraksi dengan karya seni melalui sentuhan, sehingga mengubah suara di latar belakang. Trio ini mengembangkan instalasi tiang interaktif untuk koreografer/penampil internasional, Eisa Jocson. Karya seni akan bereaksi terhadap panas tubuh dan gerakannya.


2014


Undo

menampilkan seniman media, Andreas Schlegel dan seniman/penyair, Bani Haykal

11 Desember 2014

'undo' adalah upaya untuk mengurai narasi melalui tindakan dekonstruksi. Bertempat di tengah segudang perangkat, termasuk komputer, lampu, suara, dan teks, 'undo' menyajikan selayang pandang ke dalam kekacauan dan keteraturan, melalui distorsi perspektif, serta menyelidiki hubungan antara makna, konteks, dan subjek. Proyek ini adalah kolaborasi pertama dari Andreas Schlegel dan Bani Haykal.


Transporting Rituals

menampilkan Chey Chankethya, AMRITA Performing Arts (Kamboja) dan Blake Shaw dari SWEATSHOPPE (Amerika Serikat/Jerman)

20 November 2014

Pertunjukan ini akan memadukan gaya dan gerakan koreografi penari asal Kamboja, Chey Chankethya (Kethya) dengan kreasi media baru berupa lukisan video karya Blake Shaw dari SWEATSHOPPE, sehingga tercipta perpaduan seni rupa dengan tari kontemporer yang luar biasa.


Inside the Saxophone

karya Tim O'Dwyer (Singapura) & Florian Baron (Jerman)

16 Oktober 2014

Pemain saksofon, komposer, dan peneliti, Tim O'Dwyer, akan "berbicara" kepada penontonnya melalui musik yang dimainkan dengan saksofon metanya (sebuah saksofon alto konvensional dengan sistem sensor bawaan yang dimodifikasi). Diperkuat dengan sistem tata suara surround dengan empat-pengeras suara, musik tersebut akan didampingi dengan tayangan video interaktif, Kaleidoclock, karya Florian Baron. 


Body as Object

menampilkan Eko Supriyanto dan Solo Dance Studio (Indonesia)

11 September 2014

Koreografer asal Indonesia, Eko Surpriyanto, dikenal dengan perpaduan rangkaian teknik tari kontemporer yang berasal dari tradisi Jawa klasik, akan mengembangkan karya ruang khusus dengan rain oculus ArtScience Museum sebagai penari latarnya. Karya ini mengeksplorasi tubuh penari sebagai objek yang dipamerkan di dalam inti struktur gedung museum. 


In a Heartbeat

menampilkan seniman media pertunjukan, Fuyuki Yamakawa (Jepang)

21 Agustus 2014

Anda dapat merasakan detak jantung Anda, namun jarang sekali dapat melihatnya. Seniman media pertunjukan asal Jepang, Fuyuki Yamakawa, yang dikenal karena pertunjukan detak jantungnya, akan menyulut rasa ingin tahu penonton melalui pertunjukannya. Dengan menempelkan stetoskop ke dadanya, Yamakawa akan akan memproyeksikan detak jantungnya melalui serangkaian bola lampu saat ia menggunakan kekuatan tubuh, suara, dan gerakannya. Penonton akan melihat kelap-kelip cahaya.


Sandata

menampilkan patung musikal karya Lirio Salvador, penampilan dari Elemento bersama Wawi Navarroza di vokal (Filipina)

24 Juli 2014

Dalam dua dekade terakhir, pemusik dan seniman seni rupa, Lirio Salvador, telah membuat alat musik dari banyak benda, seperti onderdil sepeda, peralatan memasak, besi tua, dan sensor di antara benda-benda lainnya. Elemento, sebuah ansambel seni musik, akan menampilkan musik orisinal menggunakan alat musik buatan sendiri yang disebut "Sandata". Komposisi musik Elemento biasanya berupa perpaduan potongan bentuk bebas dan komposisi yang diimprovisasi.

Elemento akan tampil bersama fotografer dan vokalis, Wawi Navarroza.


Life Circuit

menampilkan Urich Lau (Singapura) bersama Kai Lam (Singapura) dan Yuzuru Maeda (Jepang) 

12 Juni 2014

Serangkaian pertunjukan video dengan gadget audio dan visual yang dapat dikenakan dan dibuat dari perlengkapan keselamatan industri, seperti kacamata las, masker gas, dan penutup telinga. Karya ini menggunakan gambar bergerak dan suara untuk dihubungkan ke perangkat lain dan layar yang menangkap unsur-unsur yang ada di antara penonton dan ruang.

Urich Lau akan berkolaborasi dengan seniman suara dan pertunjukan, Kai Lam dan violis, Yuzuru Maeda. 


Beat box it!

menampilkan Charles "Stitch" Wong (Singapura) dan seniman video, Quincy Teofisto dari Achtung!Achtung! (Singapura)

22 Mei 2014

ArtScience Museum mempersembahkan paduan seni perkusi vokal dan media visual. Stitch telah menggelar penampilan solo selama 10 tahun terakhir dan mampu menciptakan rentang suara vokal dari dentuman drum dan alat musik Cina klasik sampai klakson saat bernyanyi. Ia akan berbagi panggung untuk pertama kalinya dengan seniman media, Quincy Teofisto. Penonton diharapkan untuk berpartisipasi.