PERJUMPAAN DENGAN YANG LAINNYA

Teknologi yang kian maju mengubah cara kita berjumpa dengan orang lain: keluarga, sababat, rekan kerja, dan bahkan hewan peliharaan. Apakah pihak yang berhubungan dengan kita melalui perangkat elektronik kita adalah makhluk hidup, makhluk buatan, atau gabungan dari keduanya? Bagian kedua dari pameran ini mengeksplorasi perubahan hubungan sosial karena semakin majunya teknologi.

Dilengkapi: Louis-Philippe Demers, Addie Wagenknecht, Heidi Kumao, Yves Gellie, Cao Fei, S.W.A.M.P, Alexander Prokovich, Nanyang Polytechnic - School of Interactive and Digital Media, To Be Another Lab dan proyek dari South East Asia Hackathon. 
 

Area V5, 2009-2010

Area V5, 2009-2010
Louis-Philippe Demers

Area V5 adalah karya seniman yang berbasis di Singapura, Louis-Philippe Demers, Berupa mata robotik tanpa tubuh yang mengikuti gerakan pengunjung saat mereka berjalan. Perkembangan terbaru dalam bidang robot sosial dan kecerdasan buatan mengesankan bahwa pergerakan mata memainkan peranan penting dalam mengembangkan percakapan non-verbal yang penting antara manusia dan mesin. Instalasi ini mengajak para pengunjung untuk bereksperimen dengan pandangan penuh teka-teki dari sepasang mata tanpa tubuh. Karya ini merespons Uncanny Valley yang merupakan hipotesis  pseudo-ilmiah yang mencari jawaban alasan manusia mulai merasa tidak nyaman dengan agen robotik. Judul karya tersebut merujuk area visual V5 pada korteks otak yang dianggap memainkan peranan utama dalam persepsi pergerakan.
Optimization of Parenting

Optimization of Parenting, Part 2, 2012
Addie Wagenknecht


Optimization of Parenting, Part 2 adalah tangan robot yang perlahan-lahan menggerakkan tempat tidur bayi, setiap kali bayi yang berada di dalamnya menangis atau terbangun dari tidur. Seniman yang juga seorang ibu, Addie Wagenknecht mengembangkan karya seni ini dengan membayangkan cara menyeimbangkan penyaluran kekreatifitasannya dengan menjadi ibu. Para ibu sering kali diharapkan menjadi ibu purna waktu oleh masyarakat. Terkadang hal ini terjadi akibat kurangnya pilihan, biaya perawatan anak, atau kurangnya dukungan keluarga. Akibatnya, seniman wanita yang menjadi juga ibu sering kali kehilangan penyaluran ide kreatif yang telah dibangun seumur hidup.

Dapatkah tugas berulang dialihkan ke perangkat robotik tanpa memengaruhi perkembangan bayi? Telah ada teknologi yang mengklaim dapat mempermudah pekerjaan rumah, mulai mesin penyedot debu hingga kulkas, namun peran ibu tetaplah dianggap sakral. Asumsi bahwa robot dapat mengambil alih tugas orang tua adalah gerakan provokatif yang menggarisbawahi kesulitan para ibu yang selalu bersusah payah menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan.

Human Version

Human Version, 2007-2017
Yves Gellie

Karya fotografi oleh seniman Prancis terkemuka, Yves Gellie, mempersembahkan serangkaian potret robot humanoid dalam lingkungan asli mereka. Foto ini menangkap realitas laboratorium riset terbesar di dunia dan memberikan wawasan terperinci mengenai arah dan cara penelitian robot humanoid berkembang. Konsep Gellie adalah berfokus pada penciptaan robot-robot ini, lokasi penciptaan tersebut, evolusi penampilan fisik mereka, serta alat bantu dan materi yang digunakan untuk menghidupkan mereka. Foto ini menangkap perbedaan kebudayaan antara pusat penelitian dari seluruh dunia, meninggalkan ruangan bagi kita untuk berspekulasi tentang motivasi si pencipta dan tempat robot ini dapat ambil bagian dalam kehidupan kita sehari-hari di masa depan.
CAO FEI, WHOSE UTOPIA

Whose Utopia? 2006
Cao Fei


Cao Fei adalah seniman multimedia yang lahir di Guangzhou. Video tiga bagian ini merupakan hasil rekaman ketika seniman ini tinggal selama 6 bulan di pabrik bola lampu Osram di Foshan, Tiongkok. Selama berada di sana, Cao Fei melaksanakan lokakarya bersama pekerja yang banyak di antaranya beremigrasi di usia muda dari provinsi pedalaman Tiongkok, dan bertanya mengenai mimpi dan cita-cita mereka. Sebagian respons yang tertangkap dalam Whose Utopia? adalah kontras mencolok antara mimpi dan cita-cita orang dengan kehidupan sehari-hari mereka sebagai pekerja pabrik. 

Dengan berfokus pada harapan dan mimpi individu dalam sistem masyarakat, Whose Utopia? menghargai kreativitas dan keuletan semangat manusia, sekaligus mempertanyakan cita-cita sistemik pengembangan ekonomi dan efisiensi: sistem yang menginginkan mesin dengan kecerdasan manusia dan manusia yang dapat bekerja seperti mesin.