Festival Film Internasional Singapura 2015 di Marina BayFestival Film Internasional Singapura 2015 di Marina Bay

FESTIVAL FILM INTERNASIONAL SINGAPURA 2015

Mengikuti sukses besar yang dituai oleh Festival Film Internasional Singapura (SGIFF) yang digelar tahun lalu, SGIFF edisi ke-26 akan memperkaya wawasan penikmat festival dengan kisah-kisah lokal dan seni pembuatan film lewat lebih dari 150 pemutaran film dan program untuk umum.

Sebagai perhelatan film paling besar dan tertua di Singapura, festival film ini telah menjadi acara ikonis di dalam kalender seni Singapura yang banyak dihadiri oleh para kritikus film internasional, dan diakui di seluruh dunia karena fokusnya pada pembuat film Asia dan promosi film-film Asia Tenggara. 

Digelar dari tanggal 26 November hingga 6 Desember 2015, SGIFF edisi ke-26 akan diadakan di berbagai tempat, termasuk Marina Bay Sands, yang kembali hadir sebagai Penyandang Dana Terbesar tahun ini. Lihat di bawah untuk mengetahui jadwal acara SGIFF tahun ini yang berlangsung di Marina Bay Sands!

OLEH CHENG YU-CHIEH, LEKAL SUMI / TAIWAN

MANDARIN, AMIS / 2015 / 99 MNT / PG / PREMIER INTERNASIONAL

Kam, 26 Nov pukul 19.45 | MasterCard Theatres, Marina Bay Sands

Dengan latar persawahan yang damai dan birunya Samudra Pasifik – di tengah ancaman tiada henti dari buldoser, sebuah penanda akan perubahan pada lanskap dan mata pencaharian orang-orang di sana – Panay mengikuti pasang surut perjuangan masyarakat asli, dan dari sudut pandang yang lebih luas, sebuah realitas yang dihadapi banyak orang dalam pembangunan urban dan gentrifikasi tradisi.

Saat sang ayah jatuh sakit, Panay pulang ke kampung halamannya untuk menafkahi keluarganya yang tinggal di sebuah desa pesisir asli yang dihuni suku Amis tempat dua anaknya tinggal. Berada jauh dari kota, ia terhubung kembali dengan keluarganya, membenamkan diri sekali lagi ke dalam tanah masa mudanya. Namun, masa sekarang jauh berbeda dengan ingatannya akan tempat itu. Ia kemudian menyadari bahwa tanah dan tradisinya sedang terancam oleh pengaruh kepariwisataan dan pembangunan kota.

Panay menerima penghargaan Pilihan Pemirsa di Festival Film Taipei pada 2015.

BELI TIKET

OLEH LEE CHUNG / TAIWAN

MANDARIN, TAIWAN / 2015 / 112 MNT / RATING DIBERITAHUKAN KEMUDIAN

Jum, 27 Nov pukul 19.45 | MasterCard Theatres, Marina Bay Sands

Sebuah gerai penatu yang menyembunyikan banyak hal. Di penyamarannya, pemilik gerai penatu yang rupawan, A-Gu (Sui Tang), mengelola pembunuh-pembunuh kontrak bayaran, dan bahan kimia serta fasilitas yang ada di gerainya cukup berguna untuk "menghilangkan" bukti. Film ini berpusat pada seorang pembunuh bayaran yang dihantui oleh arwah-arwah korban yang tak pernah berhenti mengganggunya. Seiring pembunuh bayaran itu dan Lin Hsiang melakukan investigasi, mereka berhasil sedikit demi sedikit membongkar rahasia gerai penatu dan A-Gu yang misterius.

The Laundryman adalah film bergenre campuran yang kuat dan memiliki gambar yang hidup. Film ini membenturkan berbagai gaya dan referensi di saat yang bersamaan seakan itu bukanlah sesuatu yang serius dan menghujani Anda dengan kesenangan dan kepercayaan diri yang melimpah ruah. Saksikan penampilan aktris Singapura, Yeo Yann Yann - yang memerankan seorang polisi wanita dan b isa jadi adalah sang penyelamat.

BELI TIKET

OLEH ERIC KHOO / HONG KONG, SINGAPURA

BAHASA INGGRIS, KOREA, JEPANG, THAI, MELAYU / 2015 / 103 MNT / RATING DIBERITAHUKAN KEMUDIAN

Sel, 1 Des pukul 19.45 | MasterCard Theatres, Marina Bay Sands

Sebagai salah satu ruang hidup yang paling banyak disinggahi, kamar hotel menjadi kendaraan yang mentransposisi bentangan tapestri berisi kisah-kisah dalam visi Eric Khoo akan sejarah Singapura. Film ini adalah penghormatan anumerta kepada penulis-musisi Singapura, Damien Sin, yang juga penulis naskah film pertama Khoo Mee Pok Man.

Bermula dari dijajahnya Singapura pada tahun 1942, dua orang pria bertemu untuk yang terakhir kalinya di dalam kamar hotel sebelum Jepang tiba. Pada era 70-an, sebuah band merayakan malam Tahun Baru dengan pesta gila-gilaan dan narkoba. Puluhan tahun bergulir seiring kisah demi kisah terjadi di dalam kamar hotel yang sama. Mencerminkan sejarah Singapura sebagai pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan, karakter-karakter dengan beragam latar dan kebangsaan menjadi arwah yang terus menyaksikan penderitaan serta tragedi yang terjadi di dalam kamar hotel.

In the Room memiliki semua ciri khas dari seluruh karya Eric Khoo – sebuah konfirmasi akan kecintaannya pada horor, pendekatan penuh empati pada kekejaman, dan pencarian akan momen persinggahan kasih sayang manusia yang tak pernah berhenti. In the Room mungkin adalah fim utamanya yang paling ambisius dan personal. Ini adalah sajian akhir yang tepat untuk perayaan tahun emas.

Sesi In Conversation dengan sutradara dan pemainnya akan diadakan pada pukul 15.00 di ArtScience Museum pada hari pemutaran. Tiket masuk dapat diperoleh melalui registrasi dengan prinsip datang lebih dulu, dilayani lebih dulu.

BELI TIKET

OLEH MATTHEW BROWN / INGGRIS

BAHASA INGGRIS / 2015 / 114 MNT / PG / PREMIER INTERNASIONAL

Jum, 4 Des pukul 19.45 | MasterCard Theatres, Marina Bay Sands

Setelah menghabiskan waktunya bekerja sebagai pegawai administrasi pengiriman, Srinivasa Ramanujan (Dev Patel), seorang jenius matematika autodidak, mendapatkan kesempatan yang sudah dinanti-nantikannya saat G.H Hardy (Jeremy Irons), seorang profesor terhormat di Cambridge, menjadikannya anak didik. Meninggalkan istrinya yang masih muda untuk berkelana melintasi dunia untuk sampai ke Inggris, perjalanan Ramanujan diisi dengan skeptisisme dari para kolega Hardy. Namun, di bawah bimbingan si profesor eksentrik, Ramanujan menemukan keberanian untuk membuktikan dirinya kepada mereka yang memandang rendah dan mendapatkan rasa hormat yang sungguh layak ia terima.

Film ini mengangkat kontras dari dua dunia: Kehidupan di desa asal Ramanujan di India dan kungkungan dominasi laki-laki di Cambridge - dengan berbagai aturan persaudaraan dan politik sehari-hari di dalam fakultas. Ramanujan, dengan hasratnya akan kreativitas yang didorong oleh intuisi dan spiritualitas, tidak bisa menemukan tempatnya di dunia barat, tempat teori matematika harus didukung bukti yang kuat dan rasional. Lewat persahabatannya dengan Hardy yang perlahan makin kuat, hubungan institusional perlahan memberi jalan bagi pemahaman yang lebih mendalam, dan bakat Ramanujan mulai mendapat pengakuan dari universitas, tepat pada saat kesehatannya memburuk, dan Inggris mengalami perang dunia pertama.

Didasarkan pada kisah nyata dan didukung oleh penampilan luar biasa dari Patel dan Irons, debut penyutradaraan Matthew Brown menghidupkan kecemerlangan seorang laki-laki dengan pikiran magis dan teorinya yang sangat penting menyelamatkannya dari kegelapan dan membawanya masuk ke dalam definisi ulang kejayaan.

Sesi In Conversation dengan sutradara dan pemainnya akan diadakan pada pukul 15.00 di ArtScience Museum pada hari pemutaran. Tiket masuk dapat diperoleh melalui registrasi dengan prinsip datang lebih dulu, dilayani lebih dulu.

BELI TIKET

In Conversation adalah serangkaian dialog eksklusif dengan sutradara, aktor, dan aktris sebagai tamunya, yang digelar dengan latar yang elok dan intim di ArtScience Museum. Melalui diskusi yang dipandu moderator, sesi ini akan menjelajahi keragaman karya sebagai praktisi film dan inspirasi yang mendasari pembuatannya.

Nikmati keintiman bersama para pembuat film dan pemainnya yang hadir dalam pemutaran film-film Presentasi Khusus – In The Room (disutradarai oleh Eric Khoo dan dibintangi oleh Koh Boon Pin, Daniel Jenkins dan Josie Ho) dan The Man Who Knew Infinity (disutradarai oleh Matthew Brown dan dibintangi oleh Jeremy Irons dan Dev Patel); serta temuilah aktris dan produser yang sudah mendapat pengakuan internasional, Michelle Yeoh, penerima Penghargaan Legenda Sinema pada SGIFF perdana.

Prsentasi Khusus: In the Room

Sel, 1 Des pukul 15.00 | ArtScience Museum, Marina Bay Sands

Prsentasi Khusus: The Man Who Knew Infinity

Jum, 4 Des pukul 15.00 | ArtScience Museum, Marina Bay Sands

Legenda Sinema: Michelle Yeoh

Ming, 6 Des pukul 11.00 | ArtScience Museum, Marina Bay Sands

MENDAFTAR