SAKSIKAN LANGSUNG PAMERAN LOUIS VUITTON SERIES 3 YANG SPEKTAKULER

Pameran lanjutan dari SERIES 1 dan SERIES 2 ini merupakan reinterpretasi pertunjukan mode yang tak terduga dan modern, yang mengajak pengunjung menemukan inspirasi Nicholas Ghesquière untuk pertunjukan busana siap pakai yang keempat sebagai Direktur Artistik koleksi pakaian wanita Louis Vuitton. Muncul untuk pertama kalinya di Asia, pameran SERIES 3 menyingkap merek ikonis ini lewat “serangkaian” ruang-ruang khusus yang membuat pengunjung terbenam total secara fisik dan interaktif – seakan melakukan “perjalanan” ke dunia Louis Vuitton.

Pameran gratis ini digelar mulai tanggal 28 November hingga 23 Desember 2015 di South Crystal Pavilion di The Shoppes, Marina Bay Sands, dan dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 untuk hari Minggu hingga Kamis, dan pukul 11.00 hingga 23.30 untuk hari Jumat dan Sabtu.

PERENCANA

Di tengah ruangan, terdapat sebuah koper berisi proses kreatif dan inspirasi Nicolas Ghesquière. Selama lebih dari satu abad setelah kehadirannya, koper tersebut masih menyimpan rahasia paling berharga Louis Vuitton dan juga menjaga rahasia baru milik Nicolas Ghesquière. Semua akan terungkap, dan semuanya akan tersingkap...

TANGAN SANG SENIMAN

Setiap gerakan pengrajin adalah gerakan seorang seniman. Pengunjung memasuki jantung keanggunan Louis Vuitton dan menemukan tempat tangan-tangan berpengalaman menghidupkan ikon Louis Vuitton. Ribuan gerakan bersatu demi membuat setiap karya istimewanya. Pengunjung mengikuti para pengrajin membuat langsung La Petite Malle dan Dora, dua karya Klasik Baru Louis Vuitton.

BERAGAM PERTUNJUKAN

Rasakan kembali kesenangan yang muncul saat pertunjukan di Louis Vuitton Foundation, tempat berlangsungnya pertunjukan mode Musim Semi-Musim Dingin 2015/2016 yang sebenarnya. 48 penampilan, belakang panggung: 30 penata rias artis di bawah bimbingan Pat McGrath, 25 penata rambut di bawah Paul Hanlon, 45 penata busana model ... Satu perancang: Nicolas Ghesquière. Freja Beha adalah model pertama yang berjalan di atas panggung catwalk. Ia memakai mantel kulit domba warna putih, membawa koper Echappée Belle berbahan Epi perak, dan memakai sepatu bot hitam “Masterpiece” setinggi mata kaki dari bahan kulit.

GALERI AKSESORIS

"Saya selalu suka merancang aksesoris. Bagi saya, aksesoris tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus ada benang merahnya. Aksesoris adalah bagian tak terpisahkan dari setiap pakaian, entah sebagai benda yang membuat pakaian terlihat kontras atau sebagai pelengkapnya. Aksesoris memiliki sentimen dan gerakan yang senada dengan pakaian. Sebuah siluet adalah riasan yang lengkap dari semua elemen ini." - Nicolas Ghesquière

RUANG PENYIMPANAN PAKAIAN

Di sini, berbagai busana yang disimpan dalam wadah kaca terkesan hidup saat dikenakan. Busana tersebut dapat berbicara kepada wanita yang ingin memilikinya. Busana itu menceritakan sebuah kisah menyenangkan bagi sang wanita, yaitu tentang karakter wanita yang ia idamkan. Ruang penyimpanan pakaian: pintu gerbang menuju beribu kemungkinan.

KISAH TENTANG KEAHLIAN PENGRAJIN

Jadilah orang dengan tangan terampil di balik setiap karya... Rasakan gerakan-gerakannya... Pengunjung berjumpa dengan pengrajin Louis Vuitton dan merasakan kehidupan studio nan elok yang hanya dapat diciptakan oleh tangan-tangan terampil. Di sana, waktu seakan-akan berhenti.

LOUNGE

Pengunjung mengakhiri perjalanan yang penuh penemuan mereka di Louis Vuitton Pop-Up Lounge pertama di dunia, yang menghadap ke perairan Teluk Marina nan berkilau serta cakrawala Singapura dari dalam Southern Crystal Pavilion. Mereka merefleksikan pengalaman uniknya seputar SERIES 3 dengan segelas Sampanye dan sederet pilihan makanan ringan lezat. 

Louis Vuitton mempersembahkan SERIES 3 oleh Juergen Teller

 

Untuk informasi lebih lanjut seputar Pameran Louis Vuitton SERIES 3 di Marina Bay Sands, kunjungi situs Louis Vuitton.