Jadilah salah satu yang pertama merasakan pameran ini. Tarif eksklusif berlaku untuk semua kunjungan hingga 28 Februari.
Levon Biss adalah seorang seniman Inggris yang diakui secara luas sebagai salah satu fotografer makro terkemuka di generasinya. Karya fotografinya telah dipamerkan di berbagai negara serta dikoleksi oleh berbagai lembaga publik dan pribadi. Menggunakan perangkat kamera khusus yang dibuat untuk fotografi makro tingkat tinggi, Biss mengeksplorasi sejarah alam melalui karya visualnya. Hasilnya adalah sejumlah gambar yang menyingkap dimensi tersembunyi dari alam, jauh di luar jangkauan penglihatan manusia. Ia telah berkolaborasi dengan museum-museum ternama di seluruh Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Proyek sebelumnya yang bertajuk Microsculpture telah dipamerkan di lebih dari 22 negara, mencakup 44 kota. Presentasi TED Biss tentang teknik fotografi dan proyeknya telah dilihat jutaan orang. Karya visualnya pun kerap dipakai di banyak sekolah guna memikat dan memicu ketertarikan generasi muda pada alam, ilmu pengetahuan, dan seni.
Lihat lebih banyak karya Levon Biss di www.levonbiss.com.
Oxford University Museum of Natural History didirikan pada tahun 1860 untuk mengumpulkan studi-studi ilmiah dari seluruh Universitas Oxford. Kini, museum yang telah meraih berbagai penghargaan ini tetap aktif sebagai pusat riset, koleksi, dan ekspedisi ilmiah. Museum ini juga rutin menyelenggarakan beragam acara, pameran, dan kegiatan untuk masyarakat dan pelajar dari segala usia.
Dua mahakarya koleksi museum ini adalah—Megalosaurus bucklandii—fosil dinosaurus pertama yang diidentifikasi secara ilmiah, serta Oxford Dodo, yang menjadi satu-satunya bukti fisik jaringan lunak dari burung dodo yang punah.
Museum ini adalah bagian dari Gardens, Libraries and Museums Universitas Oxford, diawasi oleh Board of Visitors , serta didukung oleh Honorary Associates. Gedung Pitt Rivers Museum yang menyimpan koleksi antropologi dan arkeologi terhubung langsung dengan museum ini.
American Museum of Natural History (AMNH) adalah sebuah institusi utama yang berfokus pada penelitian dan pendidikan di bidang ilmu pengetahuan alam. Didirikan di Kota New York pada tahun 1869, museum ini menjadi pelopor dalam dua hal: penyelenggaraan ekspedisi lapangan serta pembuatan diorama dan pameran realistis lainnya yang menggambarkan habitat alami beserta flora dan faunanya.
Museum ini menyimpan lebih dari 30 juta spesimen penelitian, dan koleksi fosil serta serangganya termasuk yang terbesar di dunia. Pameran fosil dinosaurus dan mamalianya sangat mengesankan.
Museum ini melakukan penelitian dalam bidang antropologi, astronomi, entomologi, herpetologi, iktiologi, invertebrata, mamalogi, mineralogi, ornitologi, dan paleontologi vertebrata.
Museum of Natural History dikunjungi sekitar 650.000 orang per tahun dan menjadi Finalis dalam Art Fund Prize for Museum of the Year 2015. Koleksi serangganya yang diakui secara global ini berisi lebih dari tujuh juta spesimen yang diambil dari setiap negara di dunia, termasuk spesimen dari beberapa wilayah dan pulau yang paling terpencil. Secara keseluruhan, koleksi Museum ini menjadi gudang informasi yang sangat besar tentang keanekaragaman kehidupan di bumi.