Warga Singapura
Dewasa: Mulai S$6
Harga Khusus: Mulai S$4
Wisatawan
Dewasa: Mulai S$7
Harga Khusus: Mulai S$5
id nav_sessionexpired Sesi Anda telah berakhir. Silakan login kembali. Konfirmasi
VERIFIKASI OTP Pilih metode verifikasi yang Anda inginkan. Harap diperhatikan bahwa negara tertentu mungkin membatasi penggunaan SMS. Jika Anda tidak menerima OTP melalui SMS, sebaiknya gunakan OTP melalui email. OTP PERANGKAT SELULER OTP EMAIL atau Coba cara lain VERIFIKASI NOMOR PONSEL ANDA SEKARANG VERIFIKASI ALAMAT EMAIL ANDA SEKARANG SMS berisi kata sandi satu kali (OTP) telah dikirim ke nomor ponsel Anda {#}. Email berisi kata sandi satu kali (one-time password atau OTP) telah dikirimkan ke alamat email Anda {#}. Nomor ponsel Anda telah berhasil diverifikasi. Alamat email Anda telah berhasil diverifikasi. OTP yang Anda masukkan salah. Belum menerimanya OTP? Kirim ulang OTP Kirim ulang OTP baru dalam {#} SELESAI Permintaan OTP gagal. Cobalah lagi nanti. Permintaan OTP duplikat. Cobalah kembali setelah OTP yang ada kedaluwarsa. Untuk memverifikasi akun Anda, masukkanlah hCaptcha di bawah ini. Kemudian, kata sandi satu kali akan dikirimkan ke nomor ponsel Anda yang terdaftar. Untuk memverifikasi akun Anda, masukkanlah hCaptcha di bawah ini. Kemudian, kata sandi satu kali akan dikirimkan ke alamat email Anda yang terdaftar. Terjadi kesalahan saat mengirim OTP SMS, kami sarankan menggunakan OTP email sebagai gantinya. Kirim OTP Email Batalkan
15 Sesi Anda akan berakhir dalam Klik “Lanjutkan” untuk tetap masuk atau “Keluar” untuk mengakhiri sesi Anda sekarang. {minute} mnt {second} dtk 2 Lanjutkan Keluar
Marina Bay Sands Fitur obrolan langsung saat ini tidak tersedia. Coba muat ulang halaman atau kembali lagi nanti. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. 30
PAMERAN
PAMERAN
Masuki dunia yang mengubah makhluk terkecil menjadi raksasa visual. Insects: Microsculptures Magnified mengundang pengunjung untuk melihat serangga dengan cara yang sepenuhnya baru. Lewat lensa fotografer Inggris Levon Biss, serangga menjelma menjadi karya seni yang menakjubkan. Tiap detail sayap, sisik, dan kilau permukaannya menyingkap keindahan dan kompleksitas alam yang selama ini tersembunyi.
Memulai penampilan perdananya di Asia Tenggara, pameran ini menampilkan 37 gambar spesimen yang memukau dari Oxford University Museum of Natural History, serta dikurasi oleh ArtScience Museum dalam kerja sama dengan American Museum of Natural History.
Di samping karya visual menakjubkan Biss, pameran ini turut menyoroti temuan penting dari berbagai institusi lokal, seperti Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Lee Kong Chian Natural History Museum (LKCNHM), Tropical Ecology and Entomology Lab NTU (NTU ASE TEE Lab), Singapore Geographic, dan komunitas naturalis Singapura. Mulai dari spesies yang baru ditemukan hingga teknologi biomimikri mutakhir yang terinspirasi dari sayap serangga, pameran Insects: Microsculptures Magnified menyingkap perpaduan sains, kreativitas, dan keingintahuan yang mendasari cara kita memaknai keberadaan serangga: makhluk krusial yang sering luput dari perhatian.
17 Januari–19 April 2026
Tiket Masuk
Warga Singapura
Dewasa: Mulai S$6
Harga Khusus: Mulai S$4
Wisatawan
Dewasa: Mulai S$7
Harga Khusus: Mulai S$5
Amazonian Purple Warrior Scarab, Peru
Coprophanaeus lancifer
(Coleoptera, Scarabaeidae)
Kumbang scarab berukuran besar dan mencolok ini tersebar luas di seluruh Cekungan Amazon. Spesies ini sangat aktif di waktu senja. Pada saat itu, kontras antara tanduk hitam dan tubuh birunya terlihat lebih jelas. Hal ini berfungsi membantu mereka saling mengenali sesama spesiesnya. Meski termasuk dalam kelompok kumbang scarab yang umumnya memakan kotoran, spesies ini dan kerabat dekatnya telah beralih mengonsumsi bangkai hewan. Duri-duri tajam berbentuk bilah di kepala dan kaki depan yang bergerigi diduga memiliki fungsi untuk memotong serta melunakkan bangkai yang berserat keras.
Kredit: © Levon Biss
Jewel Longhorn Beetle, Nigeria
Spesies dari genus Sternotomis (Coleoptera, Cerambycidae)
Setelah diperbesar, rahasia pola spektakuler kumbang ini terungkap: selubung sisik berpigmen yang sangat halus, mirip dengan sisik pada kupu-kupu dan ngengat.
Kredit: © Levon Biss
Lebah Kukuk Anggrek, Brazil
Exaerete frontalis (Hymenoptera, Apidae)
Lebah Kukuk Anggrek merupakan lebah paling spektakuler dari segi ukuran, warna, dan mikroskulpturnya. Kita biasanya menganggap lebah sebagai makhluk yang bersahabat dan berguna. Namun, Exaerete adalah lebah kukuk yang bersifat parasit. Alih-alih mengumpulkan serbuk sari dan membangun sarang sendiri, lebah kukuk betina memasuki sarang lebah lain dan meletakkan telurnya di sel-sel induk semang. Spesimen unik ini mencapai ukuran besar dengan “menumpang hidup”, menikmati persediaan serbuk sari yang susah payah dikumpulkan oleh lebah inangnya.
Kredit: © Levon Biss
Kumbang Jamur yang Menyenangkan, Bolivia
Spesies dari genus Brachysphaenus (Coleoptera, Erotylidae)
Berkerabat dengan kepik, spesies kumbang jamur ini mempunyai aneka kombinasi warna cerah, bintik, serta garis dengan pola yang sangat beragam. Fungsi warna mereka yang menarik bukan berfungsi untuk memanjakan mata manusia. Sebaliknya, corak mencolok itu semacam “papan iklan” yang memperingatkan pemangsa bahwa mereka memiliki pertahanan kimia yang tangguh.
Kredit: © Levon Biss
Kumbang Kotoran Berleher Indah, Madagaskar
Helictopleurus splendidicollis (Coleoptera, Scarabaeidae)
Dianggap sebagai kumbang kotoran terindah di dunia, kumbang ini diduga berhasil selamat dari kepunahan hewan-hewan besar di Madagaskar dengan mengubah pola makan: dari pemakan kotoran menjadi pemakan bangkai.
Kredit: © Levon Biss
Kumbang Kura-kura, Tiongkok
Platypria melli (Coleoptera, Chrysomelidae)
Kumbang Kura-kura memiliki bentuk yang sangat rumit, terdiri dari berbagai tonjolan, lekukan, kerutan, dan barisan duri. Saat cahaya menerobos spesimen ini, akan terlihat bagian-bagian dari sayap pelindungnya yang setipis kertas. Fungsi durinya belum diketahui dengan pasti, namun diduga berkaitan dengan mekanisme pertahanan fisik atau adaptasi kamuflase pada tumbuhan inang.
Kredit: © Levon Biss
Levon Biss adalah seorang seniman Inggris yang diakui secara luas sebagai salah satu fotografer makro terkemuka di generasinya. Karya fotografinya telah dipamerkan di berbagai negara serta dikoleksi oleh berbagai lembaga publik dan pribadi. Menggunakan perangkat kamera khusus yang dibuat untuk fotografi makro tingkat tinggi, Biss mengeksplorasi sejarah alam melalui karya visualnya. Hasilnya adalah sejumlah gambar yang menyingkap dimensi tersembunyi dari alam, jauh di luar jangkauan penglihatan manusia. Dia telah berkolaborasi dengan sejumlah museum terkemuka di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Proyek Microsculpture yang ia gelar sebelumnya telah dipamerkan di 22 negara, menjangkau 44 kota. Presentasi TED Biss tentang teknik fotografi dan proyeknya telah dilihat jutaan orang. Karya visualnya pun kerap dipakai di banyak sekolah guna memikat dan memicu ketertarikan generasi muda pada alam, ilmu pengetahuan, dan seni.
Lihat lebih banyak karya Levon Biss di www.levonbiss.com.
Oxford University Museum of Natural History didirikan pada tahun 1860 untuk mengumpulkan studi-studi ilmiah dari seluruh Universitas Oxford. Kini, museum yang telah meraih berbagai penghargaan ini tetap aktif sebagai pusat riset, koleksi, dan ekspedisi ilmiah. Museum ini juga rutin menyelenggarakan beragam acara, pameran, dan kegiatan untuk masyarakat dan pelajar dari segala usia.
Dua mahakarya koleksi museum ini adalah—Megalosaurus bucklandii—fosil dinosaurus pertama yang diidentifikasi secara ilmiah, serta Oxford Dodo, yang menjadi satu-satunya bukti fisik jaringan lunak dari burung dodo yang punah.
Museum ini adalah bagian dari Gardens, Libraries and Museums Universitas Oxford, diawasi oleh Board of Visitors , serta didukung oleh Honorary Associates. Gedung Pitt Rivers Museum yang menyimpan koleksi antropologi dan arkeologi terhubung langsung dengan museum ini.
American Museum of Natural History (AMNH) adalah sebuah institusi utama yang berfokus pada penelitian dan pendidikan di bidang ilmu pengetahuan alam. Didirikan di Kota New York pada tahun 1869, museum ini menjadi pelopor dalam dua hal: penyelenggaraan ekspedisi lapangan serta pembuatan diorama dan pameran realistis lainnya yang menggambarkan habitat alami beserta flora dan faunanya.
Museum ini menyimpan lebih dari 30 juta spesimen penelitian, dan koleksi fosil serta serangganya termasuk yang terbesar di dunia. Pameran fosil dinosaurus dan mamalianya sangat mengesankan.
Museum ini melakukan penelitian dalam bidang antropologi, astronomi, entomologi, herpetologi, iktiologi, invertebrata, mamalogi, mineralogi, ornitologi, dan paleontologi vertebrata.
Museum of Natural History dikunjungi sekitar 650.000 orang per tahun dan menjadi Finalis dalam Art Fund Prize for Museum of the Year 2015. Koleksi serangganya yang diakui secara global ini berisi lebih dari tujuh juta spesimen yang diambil dari setiap negara di dunia, termasuk spesimen dari beberapa wilayah dan pulau yang paling terpencil. Secara keseluruhan, koleksi Museum ini menjadi gudang informasi yang sangat besar tentang keanekaragaman kehidupan di bumi.