| Minggu – Kamis: 10.00 – 19.00 (Masuk terakhir pukul 18.00) |
Jumat – Sabtu: 10.00 – 21.00 (Masuk terakhir pukul 20.15) |
Keistimewaan Peluncuran: Hingga 28 Februari
Warga Singapura Dewasa: Mulai S$6 Konsesi: Mulai S$4 |
Wisatawan Dewasa: Mulai S$7 Konsesi: Mulai S$5 |
Jelajahi keindahan tersembunyi serangga yang diperbesar menjadi mahakarya dengan detail rumit, bentuk kompleks, dan alam kecil yang menakjubkan terpampang jelas di depan mata.
Dikuratori oleh ArtScience Museum bekerja sama dengan American Museum of Natural History dan diperkaya oleh penelitian ilmiah dari Singapura, Insects: Microsculptures Magnified membawa perspektif global dalam dialog dengan penemuan lokal.
Pameran ini menampilkan 37 potret serangga monumental dengan pembesaran tinggi dari Oxford University Museum of Natural History, yang diabadikan oleh fotografer Britania pemenang penghargaan, Levon Biss. Pameran ini juga menggambarkan keragaman kehidupan serangga yang kaya di Singapura. Pameran ini menyoroti bagaimana para ilmuwan yang bekerja di hutan dan laboratorium negara tersebut membuat penemuan signifikan yang memajukan bidang ekologi dan konservasi hingga rekayasa biomimetik. Dengan kontribusi dari Lee Kong Chian Natural History Museum, Nanyang Technological University, A*STAR dan Singapore Geographic, pertunjukan ini mengungkap bagaimana penelitian yang dilakukan di sini membentuk pemahaman internasional tentang keragaman serangga dan menginspirasi aplikasi baru dalam sains dan teknologi.
Jadilah salah satu yang pertama merasakan pameran ini. Tarif eksklusif berlaku untuk semua kunjungan hingga 28 Februari.
Levon Biss adalah seorang seniman Inggris yang diakui secara luas sebagai salah satu fotografer makro terkemuka di generasinya. Karya fotografinya telah dipamerkan di berbagai negara serta dikoleksi oleh berbagai lembaga publik dan pribadi. Menggunakan perangkat kamera khusus yang dibuat untuk fotografi makro tingkat tinggi, Biss mengeksplorasi sejarah alam melalui karya visualnya. Hasilnya adalah sejumlah gambar yang menyingkap dimensi tersembunyi dari alam, jauh di luar jangkauan penglihatan manusia. Dia telah berkolaborasi dengan sejumlah museum terkemuka di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Proyek Microsculpture yang ia gelar sebelumnya telah dipamerkan di 22 negara, menjangkau 44 kota. Presentasi TED Biss tentang teknik fotografi dan proyeknya telah dilihat jutaan orang. Karya visualnya pun kerap dipakai di banyak sekolah guna memikat dan memicu ketertarikan generasi muda pada alam, ilmu pengetahuan, dan seni.
Lihat lebih banyak karya Levon Biss di www.levonbiss.com.
Oxford University Museum of Natural History didirikan pada tahun 1860 untuk mengumpulkan studi-studi ilmiah dari seluruh Universitas Oxford. Kini, museum yang telah meraih berbagai penghargaan ini tetap aktif sebagai pusat riset, koleksi, dan ekspedisi ilmiah. Museum ini juga rutin menyelenggarakan beragam acara, pameran, dan kegiatan untuk masyarakat dan pelajar dari segala usia.
Dua mahakarya koleksi museum ini adalah—Megalosaurus bucklandii—fosil dinosaurus pertama yang diidentifikasi secara ilmiah, serta Oxford Dodo, yang menjadi satu-satunya bukti fisik jaringan lunak dari burung dodo yang punah.
Museum ini adalah bagian dari Gardens, Libraries and Museums Universitas Oxford, diawasi oleh Board of Visitors , serta didukung oleh Honorary Associates. Gedung Pitt Rivers Museum yang menyimpan koleksi antropologi dan arkeologi terhubung langsung dengan museum ini.
American Museum of Natural History (AMNH) adalah sebuah institusi utama yang berfokus pada penelitian dan pendidikan di bidang ilmu pengetahuan alam. Didirikan di Kota New York pada tahun 1869, museum ini menjadi pelopor dalam dua hal: penyelenggaraan ekspedisi lapangan serta pembuatan diorama dan pameran realistis lainnya yang menggambarkan habitat alami beserta flora dan faunanya.
Museum ini menyimpan lebih dari 30 juta spesimen penelitian, dan koleksi fosil serta serangganya termasuk yang terbesar di dunia. Pameran fosil dinosaurus dan mamalianya sangat mengesankan.
Museum ini melakukan penelitian dalam bidang antropologi, astronomi, entomologi, herpetologi, iktiologi, invertebrata, mamalogi, mineralogi, ornitologi, dan paleontologi vertebrata.
Museum of Natural History dikunjungi sekitar 650.000 orang per tahun dan menjadi Finalis dalam Art Fund Prize for Museum of the Year 2015. Koleksi serangganya yang diakui secara global ini berisi lebih dari tujuh juta spesimen yang diambil dari setiap negara di dunia, termasuk spesimen dari beberapa wilayah dan pulau yang paling terpencil. Secara keseluruhan, koleksi Museum ini menjadi gudang informasi yang sangat besar tentang keanekaragaman kehidupan di bumi.